30 Oktober 1959 – 2 Mei 2012 🌹 Lahir di Semarang. Menulis puisi, musik, film, dan pernah bermain sinetron. Pernah juga menjadi redaktur di Harian Semarang dan sebagai penyiar di Radio IBC Semarang. Mulai menulis sajak pada 1977. Disebut “gila” pada buku, musik, dan film. Menulis buku tentang musik, yakni Thrash Metal & Grindcore Sebagai Musik Alternatif (1992, Medayu Press) dan Fusion, Musik Semua Bangsa (1992, Medayu Press). Selain itu juga menulis cerita anak, remaja, dan lainnya. Pada 1983 diundang pada acara Forum Penyair Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Karyanya ada pada buku-buku:
Imron Rosadi (Imron)
Tempat, tanggal lahir : Semarang, 9 April 1965Alamat: Jl. Padi VII/C-247 RT 7, RW 2, Genuk Indah, Semarang Adalah anak didik dari pelukis senior Semarang, Kok Poo. Selama belajar melukis di sana (2000-2018, hingga beliau meninggal) banyak pengalaman yang didapat. Pengalaman berkesenian:
Sahwahita Jateng dan Dekase Gelar In House Training: Perkuat Sensitivitas Gender dan Penanganan Kekerasan di Semarang
SEMARANG, 9 Mei 2026 – Sahwahita Jateng Team bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) menyelenggarakan kegiatan In House Training Class bertajuk “Peningkatan Sensitivitas Gender dan Penanganan Kekerasan”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Joglo Dekase, kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Pelatihan ini menghadirkan tim ahli dari Sahwahita Jateng, yaitu Mbak Ninik, Mbak Trisminah, Mbak Irnida, dan Mbak Datul. Hadir pula pada acara tersebut, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Krisseptiana Hendrar Prihadi. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai kekerasan seksual sebagai tindakan tanpa persetujuan korban yang […]
Dari Limbah Jadi Karya: Workshop Warak Ngendog Warnai Perayaan HUT Kota Semarang
Semarang, 04 Mei 2026 – Dalam rangka merayakan ulang tahun Kota Semarang, Dewan Kesenian Semarang (DEKASE) berkolaborasi dengan seniman Mbah Prapto menggelar kegiatan pembuatan Warak Ngendog, ikon khas Kota Semarang, pada Sabtu, 02 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga mahasiswa dan masyarakat umum. Berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.00 WIB, para peserta diajak untuk membuat Warak Ngendog menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus dan styrofoam di bawah bimbingan langsung Mbah Prapto. Dalam sesi pembuka, Mbah Prapto menyampaikan harapannya agar Warak Ngendog yang dibuat dari bahan yang semula kurang dimanfaatkan dapat […]
