
Tanpa bermaksud pamer, kendaraan bermotor roda dua yang sering saya gunakan, lama tak diisi dengan BBM jenis Pertalite. Sejak kali pertama membelinya, saya memilih Pertamax. Saya tak tahu kebiasaan pengguna sebelumnya.
Meski sempat muncul kasus “Pertamax adalah Pertalite yang tak antre” saya tetap setia pada Pertamax RON 92. Mungkin karena saya percaya bila Pertamax lebih ramah pada mesin motor. Terlebih motor yang bukan keluaran baru.
Kedua, karena saat itu selisih harga Pertamax dan Pertalite tak begitu jauh. Ketiga, saya juga merasa belum membutuhkan subsidi dari pemerintah soal pemakaian BBM. Maka dengan tegas menyatakan, saya cinta Pertamax.
Tapi kesetiaan saya goyah. Cinta saya luruh.
Baru-baru ini, harga Pertamax naik cukup lumayan, sementara aktivitas keseharian saya bertambah. Singkat cerita, jadilah saya penikmat Pertalite. Penerima subsidi BBM.
Suatu pagi, saya pergi untuk membeli Pertalite. Saya sengaja berangkat selepas subuh dengan harapan tidak antre atau setidaknya tidak terlalu lama antre.
Tiba di sebuah SPBU yang terdekat dengan rumah, seorang petugas dengan mata mengantuk melambaikan tangan. Saya juga membaca tulisan bila Pertalite sedang di jalan. Tapi untuk meyakinkan diri sendiri, saya bertanya ke petugas itu apakah stok Pertalite ada. Dia menjawab dengan gelengan kepala, tanpa mengubah posisi duduk yang bersandar pada mesin.
Baiklah. Saya menuju SPBU kedua. Jaraknya tidak ada 1 km dari SPBU pertama tadi.
Di situ, ternyata antrean pengendara bermotor roda dua yang ingin membeli Pertalite sudah muncul. Saya segera bergabung bersama mereka.
Pada masa itu, saya merasa antre Pertalite seperti seorang seniman menanti giliran untuk tampil di atas panggung. Saya harus senantiasa siaga untuk memajukan motor bila ada yang sudah selesai mengisi. Hingga kemudian, tibalah giliran itu.
Petugas menyapa, saya menjawab. Petugas bertanya, saya membilang. Petugas mengisi, saya membayar. Petugas selesai, saya mengucapkan terima kasih.
Ah, hanya sekejap.
Persis seperti penampil seni pertunjukan. Mereka mungkin hanya sebentar saat tampil di panggung. Tapi butuh waktu lama dalam proses berlatih.
Memang ada juga penampil yang latihannya hanya sebentar. Maka sebut saja mereka golongan Pertamax.
Kota Semarang, 18 Juli 2026
