Heru Emka

30 Oktober 1959 – 2 Mei 2012 🌹 Lahir di Semarang. Menulis puisi, musik, film, dan pernah bermain sinetron. Pernah juga menjadi redaktur di Harian Semarang dan sebagai penyiar di Radio IBC Semarang. Mulai menulis sajak pada 1977. Disebut “gila” pada buku, musik, dan film. Menulis buku tentang musik, yakni Thrash Metal & Grindcore Sebagai Musik Alternatif (1992, Medayu Press) dan Fusion, Musik Semua Bangsa (1992, Medayu Press). Selain itu juga menulis cerita anak, remaja, dan lainnya. Pada 1983 diundang pada acara Forum Penyair Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Karyanya ada pada buku-buku:

Nh. Dini

29 Februari 1936 – 4 Desember 2018 🌹 Lahir di Semarang. Nama lengkapnya Nurhayati Sri Hardini. Mulai tertarik menulis sejak kelas tiga SD. Bakatnya menulis fiksi semakin terasah di sekolah menengah. Waktu itu, sudah mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerita pendek. Awalnya menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya 15 tahun. Sejak itu, rajin mengirim sajak-sajak ke siaran nasional di RRI Semarang dalam acara Tunas Mekar. Cerpen pertamanya yaitu “Pendurhaka” mendapat kritik positif dari H.B. Jassin pada 1951. Pada 1952, sajaknya dimuat dalam majalah Budaja dan Gadjah Mada di Yogyakarta dan juga […]

Prie GS

3 Februari 1964 – 12 Februari 2021 🌹 Supriyanto GS atau lebih dikenal dengan Prie GS lahir di Kabupaten Kendal. Dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar, diskusi, dan menjadi host untuk acaranya sendiri, baik di radio maupun televisi.  Besar di lingkungan yang tak lepas dari dunia kartun, kemudian memutuskan masuk ke dalam dunia kreativitas menggambar. Banyak mengirim karya-karya kartun ke berbagai media massa. Sempat belajar khusus kepada kartunis kawakan Kompas yaitu G.M. Sudarta. Selepas SMA, melanjutkan pendidikan di Jurusan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang. Kemudian menjadii wartawan Suara Merdeka dan setelah […]

Djawahir Muhammad

14 Januari 1954 – 23 September 2022 🌹 Menyunting buku yang melegenda yakni Semarang Sepanjang Jalan Kenangan (terbit 1996) dan Membela Semarang (2011) dan menulis Semarang, Lintasan Sejarah dan Budaya (2016). Penah menulis kolom “Gambang Sem(b)arang” di Jawa Pos Radar Semarang. Tulisannya berupa puisi, cerpen, dan esai sering muncul di berbagai media. Pada 1974 mendirikan Teater Kuntjup dan kemudian membidani acara tahunan Semarang dalam Sajak dan Pesta Hujan (1976-1980). Pada 1978 meraih penghargaan penulis naskah terbaik pada Festival Teater Jawa Tengah. Tahun 1985 mendirikan Aktor Studio. Pada 1990 menjadi Sutradara Terbaik Festival Teater Jawa Tengah. Pernah juga menjabat Sekretaris Dewan […]