KARENA tulisan sebelumnya telah menyinggung Seno Gumira Ajidarma (SGA), maka saya lanjutkan saja di sini bagaimana saya “diselamatkan” olehnya. Sejak masuk kuliah pada 1998, saya langsung terlibat dalam organisasi mahasiswa pergerakan. Kurang lebih selama dua tahun, saya hampir tak pernah masuk kuliah (kadang pengakuan itu melegakan, haha). Bahkan konon, Dekan di kampus lebih memilih memanggil saya Aidit daripada Adit. Doa terbaik untuk beliau. Hingga kemudian, pada pertemuan mahasiswa Sastra Indonesia se-Indonesia saya sadar bila kurang membaca sastra. Kurang banget. Soal pertemuan mahasiswa itu, mungkin kali lain saya tuliskan. Kemudian saya bertekad mengejar ketertinggalan tersebut dan mulai membaca. Nah, kebetulan, buku […]
Jodoh Buku
BARU-BARU ini, saya akhirnya berhasil memiliki buku Nagabumi III karya Seno Gumira Ajidarma. Itu bukan buku yang baru terbit, memang. Sejak lahir pada 2019 lalu, saya sudah ingin mempunyainya. Tapi bagi buruh berpenghasilan pas-pasan seperti saya ini, tentu butuh beberapa kali berpikir untuk membelinya. Jadi, saya pilih menunggu, siapa tahu saat Gramedia, penerbitnya, menggelar bursa buku, harganya termasuk yang didiskon. Setiap promo, baik di toko yang luring maupun daring, saya selalu memantau. Kadang sudah didiskon, tapi diskonnya kurang besar. Jadi saya bersabar. Kira-kira sebulan sebelum mendapatkannya, saya sempat melihat ada toko buku daring yang menjualnya dengan diskon cukup besar. Jika […]
Nonton Film saat Lebaran
SAAT Lebaran lalu, saya menonton film miniseri selama tiga hari berturut-turut di sebuah stasiun TV swasta. Film tersebut berjudul King Tut (ada yang menyebutnya Tut saja) dan ya, kisahnya tentang Raja Mesir Kuno yang bernama Tutankhamun (Tut Ankh Amun), hidup pada masa lebih dari seribu tahun sebelum Masehi. Film yang diproduksi 2015 tersebut ditayangkan tengah malam. Dan ternyata, miniseri itu juga sudah ditayangkan pada Lebaran-Lebaran sebelumnya. Saya saja yang baru tahu, huhu.. Setelah menonton, saya penasaran untuk mencari lebih banyak tentang Tut yang ternyata adalah salah satu raja termuda Mesir Kuno. Dia menjadi fenomenal karena, sejauh ini, makamnya adalah yang […]
Petrus dan Lagu, Mengingat dan Berharap
BEBERAPA waktu lalu, saya melihat ada akun di Facebook yang menjual kaos menarik, setidaknya bagi saya. Kaos tersebut berwarna dasar hitam dengan gambar dan tulisan berwarna putih. Tulisan yang utama diletakkan di bagian tengah paling atas dengan huruf kapital tebal dan besar. Lebih besar dari tulisan yang kedua. Tulisan utama tersebut adalah Jimi Jazz. Terus terang, waktu melihat iklan itu, saya tidak tahu itu apa atau siapa. Baru setelah mencari di internet, saya temukan jawabannya. Kalimat kedua adalah yang ingin saya bahas. Kalimat itu yakni, “Ada Petrus Semalam!!!” Setelah mengetahui Jimi Jazz adalah proyek dari musisi Jimi Multhazam, saya menduga […]
Teater di Kota Semarang pada 1950-an
Sebagai pembuka, saya ingin menyampaikan terima kasih sekaligus penghormatan pada Mas Odi Shalahuddin. Dia adalah pembuat kliping tentang teater yang dikabarkan melalui seputarteater.wordpress.com. Sungguh itu suatu upaya yang luar biasa. Dari situs itu pula, kemudian terbit keinginan untuk menulis ini. Saya mendapat cukup banyak informasi tentang teater atau seni pertunjukan di Kota Semarang. Terutama catatan berangka puluhan tahun lalu. Salah satu yang menarik saya adalah masa-masa setelah kemerdekaan dan sebelum Orde Baru berdiri. Kali ini, saya ingin menengok masa 1950-an. Ini masa yang menarik, karena perang kemerdekaan telah usai sehingga sepertinya kehidupan mulai berjalan, dan sebagian menemukan kemapanannya, termasuk bidang […]
Berharap pada Teater
Beberapa waktu lalu, pimpinan Teater Lingkar, Mas Ton mengirim pesan lewat Whatsapp. Dia bertanya soal acara peringatan Hari Teater Sedunia (biasa disingkat Hatedu). Biasanya, para aktivis teater di Kota Semarang memeringatinya dengan berbagai gelaran acara. Saat saya menjawab bila acara tersebut tengah dipersiapkan oleh rekan-rekan anggota teater kampus, dia kemudian menjawab (dengan mungkin setengah curhat). “Teater kampung hanya Lingkar ik.” Istilah teater kampung menurut saya bisa dikatakan sama dengan teater umum. Kelompok teater yang menerima anggota dari berbagai usia, profesi, serta lokasi. Tidak sama dengan teater kampus yang hanya menerima anggota dari mahasiswa kampus tersebut (meski pada suatu masa ada […]
Masa yang..
BARU-BARU ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kebudayaan. Agenda tersebut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota yang menangani bidang kebudayaan serta beberapa komunitas dan dewan kesenian. Ada beberapa hal menarik yang dibahas pada acara tersebut. Mulai dari Raperda Kebudayaan hingga Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah atau disingkat PPKD . Mulai dari museum hingga taman budaya. Beberapa pembicara cukup memberi pencerahan. Tapi tentu saja, pertemuan di luar forum yang dijadwalkan juga tak kalah menarik. Perbincangan sembari nyeruput kopi atau teh dan beberapa batang sigaret menjadikan tiga hari rapat itu benar-benar tak percuma. Jika tidak salah, rapat koordinasi tersebut juga […]
Semoga
Saat bertemu di Kota Semarang baru-baru ini, sembari menunggu Aksi Kamisan dimulai, saya diberi buku oleh penyair yang kini tinggal di Kudus, Asa Jatmiko. Buku tersebut berjudul Mencari Presiden Antikorupsi, Puisi Menolak Korupsi #9. Ya, buku itu digagas oleh Gerakan Puisi Menolak Korupsi yang tahun lalu memasuki usia kesepuluh. Buku tersebut memang diterbitkan pada 2023 dengan isian 258 puisi dari 153 penyair. Setelah membacanya, ada perasaan lega juga khawatir. Senang tapi cemas. Yang membuat saya senang atau lega adalah keterlibatan beberapa penyair di Kota Semarang. Jika tak salah hitung, ada tujuh nama yang karya-karyanya dimuat di situ. Mereka termasuk dalam […]
Tentang Kementerian Kebudayaan
PADA Debat Pilpres 2024 semalam (Minggu, 4 Februari 2024), salah satu isu yang mengemuka yakni tentang pembentukan Kementerian Kebudayaan. Kemunculan wacana tersebut bagi saya menjadi pemuncak dari debat terakhir pada tahapan pilpres kali ini.Bagaimana tidak, kebudayaan semula tidak muncul dalam tema debat. Baru setelah muncul dorongan dari berbagai pihak, termasuk Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, kebudayaan dimasukkan sebagai salah satu tema.Kemudian seperti yang kita lihat dan dengar semalam, para calon presiden (capres) memaparkan visi misi mereka soal kebudayaan. Dan satu hal yang disepakati mereka, bila saya tak salah, adalah wacana pembentukan Kementerian Kebudayaan.Tanpa mengesampingkan tema lain yang tak kalah penting, […]
Dari Akhir hingga Awal
Akhir 2023 dan awal 2024 ternyata menjadi waktu-waktu yang penuh dengan jadwal. Yang pertama, tentu adalah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan. Agenda tersebut dilangsungkan pada 10-14 Desember 2023. Tadinya saya ingin menulis tentang Munas tersebut saat pelaksanaannya. Semacam liputan langsung. Tapi rencana itu kandas. Saya lebih larut pada jadwal-jadwal yang telah disusun. Belum lagi bila malam ada jadwal tambahan untuk berbincang dengan rekan-rekan yang sama-sama kesepian, haha. Semoga nanti ada kesempatan untuk menuliskannya. Terlebih, Munas tersebut baru kali pertama diadakan, berarti sebuah sejarah, dan ada sangat banyak bahan yang bisa ditulis. Selesai Munas, masih ada […]
