
Tanpa bermaksud pamer, kendaraan bermotor roda dua yang sering saya gunakan, lama tak diisi dengan BBM jenis Pertalite. Sejak kali pertama membelinya, saya memilih Pertamax. Saya tak tahu kebiasaan pengguna sebelumnya. Meski sempat muncul kasus “Pertamax adalah Pertalite yang tak antre” saya tetap setia pada Pertamax RON 92. Mungkin karena saya percaya bila Pertamax lebih ramah pada mesin motor. Terlebih motor yang bukan keluaran baru. Kedua, karena saat itu selisih harga Pertamax dan Pertalite tak begitu jauh. Ketiga, saya juga merasa belum membutuhkan subsidi dari pemerintah soal pemakaian BBM. Maka dengan tegas menyatakan, saya cinta Pertamax. Tapi kesetiaan saya goyah. […]
