Pada suatu masa yang tidak terang, sastra kadang hanya menjadi pengetuk pintu (penguasa) tanpa sahutan walau tidak mustahil sastra sebagai tamu yang bicara di hadapan tuan rumah, yang akibatnya adalah pengabaian atau kejengkelan. Triliunan kritik yang ditujukan pada penguasa dapat kita temukan dalam lembaran sastra. Belum bosan, Rusmin Sopian ikut menyuarakan tanda seru untuk memberi peringatan pada “mereka” yang sering amnesia ketika dimanja jabatan dan takhta. Rusmin Sopian adalah seorang penulis yang tinggal di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Ia menulis “Buk Geriul” dan dimuat di Suara Merdeka pada Minggu, 11 Mei 2025. Konon cerpen yang ia tulis ditujukan untuk seseorang […]
