Tentang Mimpi

Minggu (12/10) dini hari tadi, Tim Nasional Sepak Bola Putra Indonesia takluk 0-1 dari Irak. Hasil itu membuat Indonesia dipastikan tak bisa tampil pada Piala Dunia 2026. Mimpi jutaan pendukung langsung buyar. Mereka dibangunkan dengan kenyataan seiring matahari yang akhir-akhir ini terbit lebih awal. Sebagian mungkin merasakan kecewa yang dalam. Itu tak lebih karena mereka kadung bermimpi yang tinggi. PSSI sudah melakukan upaya yang luar biasa untuk meloloskan Indonesia ke Piala Dunia kali pertama (tidak menghitung 1938 karena masih bernama Hindia Belanda). Naturalisasi pemain hingga menghadirkan pelatih yang pernah menjadi striker ternama dilakukan. Langkah-langkah itu yang memupuk impian para pendukung, […]

Doa dan Rindu yang Tak Usai

Penghormatan untuk Mas Ton, Maestro Teater Lingkar Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (DEKASE) menyelenggarakan acara bertajuk “Doa dan Rindu yang Tak Usai”, Rabu, 9 Juli 2025. Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah di Rumah Po Han, Jalan Kepodang, Kota Lama Semarang, sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap Suhartono Padmo Soemarto, atau akrab disapa Mas Ton, tokoh sentral Teater Lingkar Semarang, yang telah berpulang. Dikenal sebagai seniman teater, Mas Ton tidak hanya menghidupkan teater rakyat, tetapi juga membentuk watak dan jiwa para pelaku seni melalui proses berkesenian yang konsisten […]

Festival Teater Semarang 2025

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) resmi meluncurkan Festival Teater Semarang 2025 dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (18/7). Acara peluncuran ini menjadi momentum awal perhelatan seni pertunjukan yang ditunggu-tunggu para pegiat teater di Kota Semarang. Hadir dalam kegiatan ini berbagai perwakilan komunitas teater mulai dari teater pelajar, teater kampus, hingga teater umum serta komunitas seni lintas bidang. Festival secara resmi diluncurkan oleh Lilies Yaniarti, S.P., Sub Koordinator Pembinaan Kesenian Disbudpar Kota Semarang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya ruang berekspresi bagi para pelaku seni pertunjukan, khususnya […]

Musyawarah

Saya baru-baru ini menghadiri musyawarah warga di RT tempat saya tinggal. Ya, benar. Kami membahas dana Rp 25 juta dari Pemkot yang dijanjikan cair dalam waktu dekat. Rapat tersebut dihadiri pemuda, ibu-ibu, serta bapak-bapak. Dan saya terus terang terkejut dengan antusiasme mereka. Mungkin adanya anggaran menjadi alasan utama. Tapi saya juga melihat kepedulian yang tinggi dari warga terhadap lingkungan yang kami tinggali bersama. Itu tercermin dari usulan-usulan yang muncul pada forum tersebut. Ibu-ibu mengusulkan jaminan kesehatan ibu dan anak. Bapak-bapak mengusulkan jaminan keamanan dan perbaikan infrastruktur yang ada. Semuanya terasa penting. Tapi tak semua bisa dilakukan. Sebab, kucuran dana tersebut […]

Kuasa: Masih Tentang Lupa

Pada suatu masa yang tidak terang, sastra kadang hanya menjadi pengetuk pintu (penguasa) tanpa sahutan walau tidak mustahil sastra sebagai tamu yang bicara di hadapan tuan rumah, yang akibatnya adalah pengabaian atau kejengkelan. Triliunan kritik yang ditujukan pada penguasa dapat kita temukan dalam lembaran sastra. Belum bosan, Rusmin Sopian ikut menyuarakan tanda seru untuk memberi peringatan pada “mereka” yang sering amnesia ketika dimanja jabatan dan takhta. Rusmin Sopian adalah seorang penulis yang tinggal di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Ia menulis “Buk Geriul” dan dimuat di Suara Merdeka pada Minggu, 11 Mei 2025. Konon cerpen yang ia tulis ditujukan untuk seseorang […]

Urip!

Sastra klasik yang berupa folklor seperti legenda, mitos, epik, dan cerita rakyat dapat direkonstruksi atau didekonstruksi menjadi sebuah ide cerita dalam penulisan cerita pendek. Cerpen koran yang identik dengan isu kontemporer tentu melihat hal ini sebagai sebuah inovasi yang menarik. Salah satu cerpen hasil rekonstruksi naratif dari folklor dapat kita baca pada koran Suara Merdeka yang terbit pada Minggu, 6 April 2025. Cerpen berjudul “Ular Edor” karya Kartika Catur Pelita ini mengangkat folklor masyarakat Karimunjawa. James Danandjaya dalam bukunya yang berjudul Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain (1991) menuliskan: “Folklor adalah bentuk kebudayaan kolektif dari masyarakat yang memiliki ciri […]

Sanggar Seni Pracawita

Sanggar Seni Pracawita Sanggar Seni Pracawita berawal dari keinginan untuk membuat branding yang mengakomodasi kemampuan dan potensi siswa dalam bidang kesenian. Hal ini dilihat dari potensi menonjol yang ada seperti seni tari, pencak silat, musik, karawitan, dan pranata cara (Pembawa Acara) dan terbukti melalui perolehan juara dalam perlombaan pada cabang pencak silat, macapat (Nembang), dan juga seni tari yang sering berkesempatan tampil di banyak acara baik dalam masyarakat umum, instansi pemerintah, dan swasta. Nama Pracawita diambil dari akronim empat unsur sanggar yakni Pranata cara, Pencak Silat, Karawitan, dan Tari. Kedudukan sanggar ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dari pendidikan dan […]

Sanggar Rias dan Tari Saraswati

Sanggar Rias dan Tari Saraswati Sanggar Rias dan tari Saraswati sanggar ini berdiri pada tahun 2004 yang diawali pertama kali dibuka di Perumahan Jatisari Asabri A5 Nomor 5 sanggar ini didirikan karena banyaknya minat anak-anak remaja pada waktu itu dikarenakan kurangnya tempat mereka mengekspresikan diri. Sanggar ini dipimpin oleh Ibu Yunik ekowati SPD, MPd. Pada tahun 2008 sanggar tari Saraswati pindah lokasi di Jatisari RT 3 RW 1 Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen kota Semarang. Latihan diadakan tiap hari Minggu jam 15.30. Penampilan Media Sosial kampung bet kampungbet kampungbet

Sanggar Sobokartti

Sanggar Sobokartti Sobokartti adalah sebuah bangunan sejarah yang sudah ada sejak 100 tahun lalu. Bangunan ini telah digunakan sebagai wadah perkumpulan kelompok kesenian yang meliputi kesenian tari, karawitan dan pedalangan. Kompleks cagar budaya sobokartti terletak di daerah kebonagung, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Tari Yang Dikuasai Penampilan Media Sosial

Kelompok Tari Iboekoe

Kelompok Tari Iboekoe Kelompok Tari Iboekoe lahir dari semangat para ibu-ibu muda di gereja yang ingin mengeksplorasi keindahan gerak dan budaya melalui tari. Berawal dari kecintaan pada Tari Bali, kelompok ini tumbuh menjadi ruang belajar dan berekspresi bagi para anggotanya. Meski memiliki dasar dalam Tari Jawa, fokus utama Iboekoe adalah menggali dan melestarikan kekayaan tari Bali serta berbagai tarian daerah lainnya. Tari Yang Dikuasai Penampilan Media Sosial