Mengingat Cerita-Cerita Pram, Menanamkan Kemanusiaan

SEMARANG – Puluhan hadirin memenuhi sebuah joglo di Taman Budaya Raden, Jumat, 6 Februari, 2026, malam. Mereka menghadiri peringatan Hari Lahir Pramoedya Ananta Toer. Kegiatan tersebut digelar Dewan Kesenian Semarang dalam program Untuk Perawi.Beberapa penampil memeriahkan panggung saat itu. Acara dibuka dengan pembacaan cerita pendek “Ikan-Ikan yang Terdampar” oleh Satoeboemi. Cerpen tersebut ada di buku Pram yang berjudul Cerita dari Jakarta.Tiga aktor Satoeboemi yakni Kelana, Bintang, dan Nining membawakan kisah tersebut dengan iringan gitar dan biola yang dimainkan Ari serta Arifin.“Biasanya kami tampil membawakan lagu serta puisi. Kali ini kami tampil beda, membaca cerpen dengan dramatisasi,” ujar Kelana.Dia juga mengungkapkan […]

Semarang Sorga yang Hilang

Untuk Perawi #1 : Djawahir Muhammad Tahun ini, Komite Sastra Dewan Kesenian Semarang menghadirkan program “untuk Perawi”. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengenang para penulis yang telah wafat dan tentu saja membaca ulang karya-karyanya. Dengan begitu, diharap masyarakat tetap mengenal ciptaan mendiang. Untuk acara perdana, kami bekerja sama dengan Aktor Studio menghadirkan karya-karya Djawahir Muhammad (14 Januari 1954-23 September 2022). Djawahir menulis puisi dan naskah drama, selain sejarah. Karya-karyanya diterbitkan dalam beberapa buku. Almarhum juga dikenal sebagai pendiri Teater Kuntjup dan Aktor Studio. Pernah pula menjadi wakil rakyat dan Sekretaris Dewan Kesenian Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilangsungkan Rabu, 14 Januari 2026 […]

Kuasa: Masih Tentang Lupa

Pada suatu masa yang tidak terang, sastra kadang hanya menjadi pengetuk pintu (penguasa) tanpa sahutan walau tidak mustahil sastra sebagai tamu yang bicara di hadapan tuan rumah, yang akibatnya adalah pengabaian atau kejengkelan. Triliunan kritik yang ditujukan pada penguasa dapat kita temukan dalam lembaran sastra. Belum bosan, Rusmin Sopian ikut menyuarakan tanda seru untuk memberi peringatan pada “mereka” yang sering amnesia ketika dimanja jabatan dan takhta. Rusmin Sopian adalah seorang penulis yang tinggal di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Ia menulis “Buk Geriul” dan dimuat di Suara Merdeka pada Minggu, 11 Mei 2025. Konon cerpen yang ia tulis ditujukan untuk seseorang […]

Urip!

Sastra klasik yang berupa folklor seperti legenda, mitos, epik, dan cerita rakyat dapat direkonstruksi atau didekonstruksi menjadi sebuah ide cerita dalam penulisan cerita pendek. Cerpen koran yang identik dengan isu kontemporer tentu melihat hal ini sebagai sebuah inovasi yang menarik. Salah satu cerpen hasil rekonstruksi naratif dari folklor dapat kita baca pada koran Suara Merdeka yang terbit pada Minggu, 6 April 2025. Cerpen berjudul “Ular Edor” karya Kartika Catur Pelita ini mengangkat folklor masyarakat Karimunjawa. James Danandjaya dalam bukunya yang berjudul Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain (1991) menuliskan: “Folklor adalah bentuk kebudayaan kolektif dari masyarakat yang memiliki ciri […]

GANJIL

(Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka Bulan Maret) Tidak pernah terbayangkan sebelumnya ketika membaca cerpen-cerpen yang dimuat di Suara Merdeka pada bulan Maret 2025 akan bertemu dengan hal ganjil. Memang pada bulan Maret ini umat Muslim merayakan Ramadan, di mana malam ganjil adalah malam yang paling ditunggu. Namun ini ganjil yang berbeda. Ganjil yang tidak ditunggu atau dinanti-nantikan kehadirannya. Ganjil yang bukan tentang kebijakan harus berjalan bergantian dengan genap. Ganjil yang diceritakan dalam Suara Merdeka adalah tentang kekonyolan hidup, kejadian yang tidak masuk akal, kegetiran, peristiwa tragis, kekosongan jiwa, kehampaan, perasaan tidak berarti, sekaligus sia-sia. Dalam kata lain ganjil yang berbicara […]

TEKA TEKI  

(Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka Bulan Februari) Membaca cerpen-cerpen yang dimuat di Suara Merdeka pada Februari 2025 justru membuat pembaca teringat permainan teka-teki silang (TTS). Sebuah permainan kata berwujud kotak-kotak kosong berwarna hitam dan putih. Yang ingin bermain harus bisa mengisi kotak-kotak kosong dengan jawaban berupa huruf-huruf membentuk kata atau frasa. Jawaban bisa diisikan secara mendatar atau menurun sesuai petunjuk yang disediakan. TTS memang pernah sangat populer di Indonesia seperti yang dituliskan oleh Sharisya Kusuma Rahmanda di Tempo.co: “Di Indonesia, TTS mulai populer pada era 1970-an, dengan banyak majalah dan surat kabar yang menyediakan rubrik Teka Teki Silang. Tidak hanya […]

PERJUMPAAN DAN PERPISAHAN (Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka pada Januari 2025)

Sastra media cetak atau sastra koran masih memberi ruang kreativitas bagi penulis sastra. Kiriman tulisan terus masuk ke email redaktur. Suara Merdeka masih menyediakan ruang itu untuk memuat tulisan cerpen, puisi, dan esai. Tulisan yang lahir dan hadir dari nama-nama baru atau lama bisa dinikmati pembaca sastra setiap Hari Minggu baik dalam wujud cetak maupun file. Nasib sastra media cetak atau sastra koran pada 2025 memang kadang mengundang rasa pesimistis. Achiar M. Permana dalam kolom Whuuuszh! Edisi 1/ Oktober 2024 menuliskan kisah kejayaan sastra media cetak atau sastra koran: “Sastra media cetak atau sastra koran, pernah mencapai “masa keemasan”, pada […]

Penulis Okky Madasari: Sastra Sebagai Alat Kritik yang “Aman”

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam diskusi sastra yang digelar Maring Institut di Kafe Maringopi, Tlogosari Kulon Semarang pada Senin malam (31/7), penulis Okky Madasari mengungkapkan bahwa lewat karya sastra, seorang penulis dapat melakukan kritik dengan “aman.” Penuturan Okky tersebut sebagaimana tema diskusi yang mengangkat “Lewat Sastra Mengkritik Realitas Sosial.” Diskusi ini dihadiri puluhan anak muda yang terutama berkecimpung dalam dunia sastra. Dalam diskusi ini juga menampilkan perform pembacaan puisi karya Okky oleh Imaniar Yordan Christy dari Komite Sastra Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Selain itu, Imran Amirullah juga tampil dalam perform musik akustik. Okky yang juga sempat menjadi seorang jurnalis di sebuah […]

Tingkat Literasi Indonesia Rendah, Penulis Muda Jadi Harapan Memugar

BETANEWS.ID, SEMARANG – Akademisi dan penulis di Semarang, Yosep Bambang Margono, mengungkapkan bahwa kegiatan menulis selalu tidak lepas dari kegiatan membaca. Menurutnya, dengan banyak membaca akan memperluas khazanah literasi yang akan berdampak pula pada tulisan penulis. “Kalau ingin menulis puisi ya harus banyak baca buku puisi, kalau ingin menulis cerpen (cerita pendek) ya banyak baca cerpen. Begitu pula seterusnya kalau menulis novel dan sebagainya,” terang Yosep. Yosep yang juga pengajar jurusan Sastra Inggris di salah satu universitas di Kota Semarang ini membeberkan bahwa menulis itu mudah. Hal ini terutama sebagai penyemangat generasi muda untuk tidak lepas berkarya dalam tulisan. Persoalan […]

Ketika Anak-Anak SMA di Semarang Bincangkan Surga di Mana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Puluhan siswa, baik laki-laki maupun perempuan seperti terhipnotis mendengarkan sebelas temannya yang terpilih membincangkan “Surga di Mana.” Perbincangan bertajuk Siswa Bersuara, Bincang Buku Surga di Mana tersebut diadakan SMA Kesatrian 2 bekerja sama Dewan Kesenian Semarang (Dekase) di gedung pertemuan sekolah, pada Kamis (23/2/2023). Hebatnya, 11 siswa yang terpilih sebagai pembincang ternyata mampu memberikan ulasan yang menarik, baik dari segi penulisan maupun isi dan pesan cerita. Seperti salah seorang siswi yang merasa miris dengan cerita kekerasan terhadap perempuan di cerpen Surga di Mana. Ia juga menyamakan cerita tentang kekerasan guru mengaji terhadap murid perempuannya dengan kehidupan nyata, […]