PERJUMPAAN DAN PERPISAHAN (Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka pada Januari 2025)

Sastra media cetak atau sastra koran masih memberi ruang kreativitas bagi penulis sastra. Kiriman tulisan terus masuk ke email redaktur. Suara Merdeka masih menyediakan ruang itu untuk memuat tulisan cerpen, puisi, dan esai. Tulisan yang lahir dan hadir dari nama-nama baru atau lama bisa dinikmati pembaca sastra setiap Hari Minggu baik dalam wujud cetak maupun file. Nasib sastra media cetak atau sastra koran pada 2025 memang kadang mengundang rasa pesimistis. Achiar M. Permana dalam kolom Whuuuszh! Edisi 1/ Oktober 2024 menuliskan kisah kejayaan sastra media cetak atau sastra koran: “Sastra media cetak atau sastra koran, pernah mencapai “masa keemasan”, pada […]

Teater Waktu setelah Milenium Kedua

Baru-baru ini, Hae Theatre merayakan ulang tahunnya yang keenam. Meminjam salah satu gedung milik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, mereka menggelar serangkaian acara. Salah satunya yakni diskusi tentang teater di Semarang 20 tahun terakhir. Sesuai pada diskusi tersebut, saya akan sedikit membagi ingatan tentang masa-masa awal selepas Tahun 2000. Pada tulisan ini, saya ingin menyoroti pertunjukan-pertunjukan Teater Waktu. Sebagaimana diketahui, Teater Waktu merupakan salah satu kelompok yang telah menjadi legenda. Pemimpin sekaligus pendirinya adalah Agus Maladi Irianto (alm) yang juga dikenal sebagai akademisi setelah sempat menekuni dunia jurnalistik. Ada dua pertunjukan Teater Waktu pada lima tahun awal Tahun 2000. Yang […]