
Penulis: Tahta Riat Fatimahma
Editor: Ira Oktavia Anggraeni
SEMARANG – Baru-baru ini, acara bedah novel dan bincang sastra digelar di Suraukami, Selasa (09/07/2024).
Acara tersebut tidak hanya memperkenalkan karya novel terbaru dari Sulis Bambang berjudul Kerudung Nilam, tetapi juga menjadi ruang untuk diskusi yang konstruktif tentang isu-isu sosial dan keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi diskusi, Sulis menyampaikan bahwa ia mengapresiasi setiap pendapat yang
disampaikan oleh para pembaca karya-karyanya.
Bersama komunitas Bengkel Sastra Taman Maluku, dia memang kerap menggelar acara bertajuk Sedekah Budaya. Melalui program ini Sulis membagikan buku gratis untuk kemudian diulas dan diapresiasi. Semua yang mendapatkan buku harus bisa menyampaikan pendapatnya tentang buku yang dibaca.
“Jadi di Sedekah Budaya itu kegiatannya tidak ada moderator, pembicara. Semua yang datang
itu pembicara karena mereka berbicara tentang apa yang dibacanya,” terangnya.
Karya-karya Sulis Bambang kerap mengangkat isu-isu sosial dan budaya pada karyanya. Beberapa karyanya antara lain Tuhan Tak Pernah Salah, Surga di Mana dan Oase di Neraka.
Ketua Dewan Kesenian Semarang, Adhitia Armitrianto, mengungkapkan Sulis Bambang layak mendapat apresiasi. Pada usianya yang yang tak lagi bisa dibilang muda, dia justru kian produktif menulis. Bersamanya, ada beberapa penulis lain seperti Ibu Uun dan juga Ibu Yanti.
“Produktivitas ibu-ibu tersebut seharusnya memicu generasi di bawahnya untuk tak kalah produktif dalam berkarya,” ujarnya.
Sementara Suraukami merupakan pesantren dan rumah kebudayaan yang didirikan pada 9 Mei 2009 di Pedalangan, Banyumanik. oleh Kyai Rahmat Agus Supartono yang biasa disapa Guspar.
Dalam memberdayakan santrinya, Suraukami memiliki berbagai kegiatan seperti santripreunure, diskusi sastra dan kebudayan, serta lainnya.
Dalam sambutannya kemarin, Guspar menyampaikan mulai awal tahun Hijriah ini Suraukami kembali
aktif mengadakan kegiatan diskusi sastra dan kebudayaan. Acara bedah novel dan bincang sastra kemarin menjadi awalan.(*)
