Seorang Pria dan Beberapa Tragedi

SAYA baru saja bertemu dengan seorang pria yang sangat ramah. Kami berbincang ditemani siang dan rokok beberapa batang.Usianya sudah lebih dari kepala enam. Meski bukan asli Semarang, dia sudah tinggal cukup lama di kota ini.Pada perbincangan yang sayangnya menurut saya sangat singkat, dia cerita bagaimana kehidupannya yang dekat dengan tragedi.Dimulai dari 1965. Meski masih anak-anak pada masa itu, dia mengungkapkan bagaimana dampak yang dialaminya. Menurutnya, tindakan yang sekarang dikenal sebagai perundungan atau bullying kerap diterima.Bertahun-tahun dia harus bertahan dengan kondisi tersebut. Saat SMA, dia melanjutkan cerita, daerah tetangga tempat dia tinggal diguncang gempa yang cukup merusak. Bersama teman-temannya yang lain, […]