
Beberapa waktu lalu, pimpinan Teater Lingkar, Mas Ton mengirim pesan lewat Whatsapp. Dia bertanya soal acara peringatan Hari Teater Sedunia (biasa disingkat Hatedu). Biasanya, para aktivis teater di Kota Semarang memeringatinya dengan berbagai gelaran acara. Saat saya menjawab bila acara tersebut tengah dipersiapkan oleh rekan-rekan anggota teater kampus, dia kemudian menjawab (dengan mungkin setengah curhat). “Teater kampung hanya Lingkar ik.” Istilah teater kampung menurut saya bisa dikatakan sama dengan teater umum. Kelompok teater yang menerima anggota dari berbagai usia, profesi, serta lokasi. Tidak sama dengan teater kampus yang hanya menerima anggota dari mahasiswa kampus tersebut (meski pada suatu masa ada […]




