Doa dan Rindu yang Tak Usai

Penghormatan untuk Mas Ton, Maestro Teater Lingkar Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (DEKASE) menyelenggarakan acara bertajuk “Doa dan Rindu yang Tak Usai”, Rabu, 9 Juli 2025. Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah di Rumah Po Han, Jalan Kepodang, Kota Lama Semarang, sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap Suhartono Padmo Soemarto, atau akrab disapa Mas Ton, tokoh sentral Teater Lingkar Semarang, yang telah berpulang. Dikenal sebagai seniman teater, Mas Ton tidak hanya menghidupkan teater rakyat, tetapi juga membentuk watak dan jiwa para pelaku seni melalui proses berkesenian yang konsisten […]

Festival Teater Semarang 2025

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) resmi meluncurkan Festival Teater Semarang 2025 dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (18/7). Acara peluncuran ini menjadi momentum awal perhelatan seni pertunjukan yang ditunggu-tunggu para pegiat teater di Kota Semarang. Hadir dalam kegiatan ini berbagai perwakilan komunitas teater mulai dari teater pelajar, teater kampus, hingga teater umum serta komunitas seni lintas bidang. Festival secara resmi diluncurkan oleh Lilies Yaniarti, S.P., Sub Koordinator Pembinaan Kesenian Disbudpar Kota Semarang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya ruang berekspresi bagi para pelaku seni pertunjukan, khususnya […]

Lewat Mak Yong, Teater Pomponk Ceritakan Sisi Lain Kehidupan di Batam

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di Kepulauan Riau terdapat genre seni teater berjuluk Mak Yong. Genre ini merupakan seni tradisional masyarakat Melayu dengan muatan budaya lokal. Mak Yong sebenarnya merupakan pertunjukan dramatari dengan melibatkan penari, pencerita, dan beberapa pemain musik. Mak Yong pada umumnya bercerita tentang kehidupan kerajaan bercorak Melayu. Pertunjukan Mak Yong sarat dengan pesan-pesan yang tertuju kepada penontonnya. Selain di Kepulauan Riau, Mak Yong juga populer di beberapa wilayah di Malaysia dan Thailand. Lewat genre Mak Yong ini, sebuah kelompok kesenian asal Batam bernama Teater Pomponk membawa pertunjukannya ke Kota Semarang. Pertunjukan yang dilakukan pada Jumat malam kemarin tersebut merupakan […]

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Dekase Pentaskan “Yang Silam”

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam Forum Satra, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar pertunjukan swacakap atau monolog berjudul “Yang Silam.” Acara ini digelar di gedung Balai Bahasa yang bertempat di Jalan Diponegoro, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (15/6/2023). Pertunjukan aktor tunggal tersebut digarap oleh Dewan Kesenian Semarang (Dekase) dengan sutradara Alfianto, peramu naskah Widyo ‘Babahe’ Leksono, serta sang aktris Pri Andini. Sedangkan “Yang Silam” diambil dari naskah cerita pendek (cerpen) berjudul “Magi” karya Adhitia Armitrianto. Cerpen yang belum terbukukan Adhitia tersebut mengambil kisah berlatar belakang seputar peristiwa reformasi ’98. Adhitia menokohkan seorang perempuan aktivis mahasiswa dalam kemasan romantisme. “Magi itu bercerita tentang […]

Pentaskan Monolog Bersama, Teater Jawa Tengah Jalin Silaturasa Tua-Muda

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sabtu malam (13/5/2023), para aktivis teater muda di Jawa Tengah berkumpul di Joglo Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Kota Semarang, mengadakan perjumpaan antarkomunitas. Perjumpaan yang dikemas dalam acara Silaturasa Teater Jawa Tengah, ini digelar oleh Silaturasa Teater Jateng (STJ) dan Serat Semar. Dalam silaturasa tersebut diawali dengan pementasan monolog berjudul “Yang Silam” oleh komunitas teater Semarang, Srawung Teater Semarang (Serat Semar). Monolog ini diadaptasi dari cerita pendek (cerpen) berjudul “Magi” karya Adit Kaliksanan yang disutradarai oleh Widyo Babahe Leksono dan Alfianto. Pada penampilan kedua, ditampilkan pula monolog berjudul “Beauty and The […]

Jelang Hari Teater Sedunia, Dua Penulis Semarang Luncurkan Naskah Drama

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hatedu adalah Hari Teater Sedunia yang diperingati setiap 27 Maret. Di 2023 ini, Hatedu turut direspon oleh dua penulis Semarang, Adhitia Armitrianto dan Widyo Leksono, atau Babahe. Adhitia yang juga Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) saat ini, mengeluarkan buku berjudul KUP. Buku ini merupakan kumpulan tiga naskah drama Adhitia yang berjudul Miyang, Bukan Rara Mendut, dan KUP sendiri. Adhitia menulis naskah KUP mengambil latar belakang masa 1965. Naskah KUP bercerita seputar peristiwa Gestok, atau G30S. Adhitia mengaku tak sengaja menemukan naskah yang sudah lama tersimpan. Lalu ia memutuskan untuk membukukannya, menyusul dua karya satra lainnya yang sudah […]