Bagikan informasi ini

Penulis : Khofyfah Ayunda Putri
Editor : Alyafa Nabila Fauzianti

Pada Rabu (26/6/2024), Alliance Française de Semarang bersama Dewan Kesenian
Semarang mengadakan kegiatan Bincang Buku dan Penulis. Kegiatan ini diadakan di kantor Alliance Française (AF) Semarang dengan mengundang dosen FHK & FTL Unika Soegijapranata,
Donny Danardono sebagai pemateri.
Pada 119 tahun yang lalu, tepatnya 21 Juni 1905, Jean-Paul Sartre lahir. Jean-Paul Sartre atau biasa dikenal dengan nama Sartre kemudian dikenal sebagai seorang filsuf, sastrawan, novelis, penulis drama, penulis naskah film, dan penulis biografi yang berasal dari Prancis. Ia mendapatkan penghargaan
Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1964. Akan tetapi, ia tolak karena menurut Sartre sebagai
seorang penulis tidak boleh membiarkan dirinya ‘diubah’ menjadi sebuah institusi
sehingga dengan alasan tersebut, ia menolak penghargaan-penghargaan yang telah
dianugerahkan kepadanya.
Sartre yang dikenal sebagai salah satu penggagas filsafat eksistensialisme pada abad ke-20, menyatakan dalam bukunya yang berjudul Existentialism is a Humanism bahwa
kemanusiaan seseorang ditentukan oleh bagaimana cara orang itu berada dan bukan dari
hakikatnya sebagai manusia. Dengan hal tersebut, Sartre merumuskan dua cara berada,
yaitu berada pada dirinya sendiri dengan menjalani keberadaannya sebagai hakikatnya
atau kodratnya dan berada untuk dirinya sendiri dengan secara individual dan unik
mempersoalkan serta memastikan bagaimana cara beradanya.
Menurut Sartre, keberadaan manusia adalah sebuah kebebasan yang diartikan sebagai
ruang kosong. Kebebasan yang dimiliki oleh manusia dalam pandangan Sartre ini
merupakan sebuah hukuman karena manusia harus melakukan segala hal untuk mengisi
ruang kosong yang dimilikinya. Selain itu, Sartre juga meyakini bahwa manusia tidak
dapat menanggung seluruh perbuatannya sendiri. Dengan pandangan seperti ini ia melihat
adanya sebuah paksaan terhadap situasi tertentu yang tidak berasal dari pilihan pribadi
sehingga terbentuknya iman yang buruk dan menambah kesulitan bagi diri sendiri.
Sartre dengan gagasan filsafat eksistensialisme miliknya telah memberikan banyak
sumbangan yang penting untuk manusia dengan membantu kita untuk menyadari bahwa
sebagai manusia yang bereksistensi kita harus autentik, yaitu bertindak sesuai keyakinan
pribadi dan bertanggung jawab. Berikut beberapa karya Sartre yang terkenal hingga saat
ini yaitu La Nausée (1938), L’Être et le néant (1943), dan Critique de la raison dialectique
(1960).
Pada tahun 1980, Sartre meninggal dunia karena penyakit edema paru yang dimilikinya.
Pemakaman Sartre dihadiri oleh ribuan manusia dengan mayoritas para pelayat
merupakan masyarakat biasa yang selalu dibela hak-haknya oleh pena Sartre. Sepanjang
hidup hingga akhir hayat filsuf Prancis, Jean-Paul Sartre telah memberikan pedoman
hidup manusia yang tentunya memberikan manfaat dan pandangan bagi kehidupan
manusia di dunia ini.(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *