Bagikan informasi ini

PADA Debat Pilpres 2024 semalam (Minggu, 4 Februari 2024), salah satu isu yang mengemuka yakni tentang pembentukan Kementerian Kebudayaan. Kemunculan wacana tersebut bagi saya menjadi pemuncak dari debat terakhir pada tahapan pilpres kali ini.
Bagaimana tidak, kebudayaan semula tidak muncul dalam tema debat. Baru setelah muncul dorongan dari berbagai pihak, termasuk Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, kebudayaan dimasukkan sebagai salah satu tema.
Kemudian seperti yang kita lihat dan dengar semalam, para calon presiden (capres) memaparkan visi misi mereka soal kebudayaan. Dan satu hal yang disepakati mereka, bila saya tak salah, adalah wacana pembentukan Kementerian Kebudayaan.
Tanpa mengesampingkan tema lain yang tak kalah penting, wacana tersebut sebenarnya sudah ditunggu banyak pihak terutama mereka yang bergelut pada dunia itu.
Pada Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) dan Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan 2023 lalu misalnya, muncul desakan untuk membentuk Kementerian Kebudayaan. Para peserta dua kegiatan tersebut, sama-sama melihat pentingnya Kementerian Kebudayaan yang mandiri mengingat tugas yang diemban semakin banyak.
Saya pernah mendapat cerita bila usulan Kementerian Kebudayaan yang mandiri itu sebenarnya sudah lama bergulir. Namun, entah mengapa, untuk mewujudkannya seolah teradang tembok tebal.
Kini saatnya berharap pada presiden mendatang. Ketiga capres telah menyatakan kesiapannya untuk membentuk Kementerian Kebudayaan. Artinya, siapapun yang terpilih, telah memiliki komitmen untuk mewujudkannya.
Tinggal kita menunggu realisasi. Realisasi tersebut tentu butuh perjuangan tersendiri. Sekaligus doa agar siapapun yang terpilih nanti tidak blenjani janji.
Katakanlah itu terwujud, tugas berikutnya menurut saya adalah mendorong pembentukan Dinas Kebudayaan yang mandiri di daerah-daerah. Selama ini, kebudayaan diurus oleh dinas yang juga menangani bidang lain, seperti pendidikan atau pariwisata.
Jika itu terwujud, sepertinya proses pemajuan kebudayaan bakal cerah. Semoga.

Kota Semarang, 5 Februari 2024

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *