
Tidak penting untuk mengomentari hujan yang turun sejak siang hingga malam itu, karena hujan bukan kendala, dan sepatutnya apresiasi seni atau ketertarikan pada apapun tidak perlu menuding hujan sebagai kambing hitam.
Nyatanya hujan tidak menyurutkan animo masyarakat untuk hadir menonton pergelaran teater “Orang-Orang Berbahaya” garapan kelompok teater “Indonesia Kita” Kamis 16 Februari 2023 malam itu.
Penonton yang hadir semakin banyak menjelang waktu pertunjukan, bahkan panitia merentang waktu sejenak untuk menunggu penonton yang sedang merambati hujan menuju Pandanaran Grand Ballroom Hotel Padma tempat pertunjukan itu digelar.
Pertunjukan yang dihelat kurang lebih 2 jam itu tak terasa membosankan bahkan penonton tampak menikmati setiap kepiawaian para pemain melakonkan karakter cerita yang digarap dan disutradarai sendiri oleh Agus Noor, salah satu penggagas “Indonesia Kita.
Pertunjukan itu dikelola profesional dan melibatkan dukungan sponsor yang terbilang mencakup semua lini, sehingga proses kreatif bisa diwujudkan tanpa keterbatasan.
Cerita yang dibawakan oleh Indonesia Kita kali ini sebenarnya tak jauh dari pola cerita yang biasanya, yaitu kritik bernegara yang dikemas dalam kisah metafor di sebuah Rumah Sakit Jiwa.
Kritik itu terlontar lugas dari para pemain yang sudah “matang” malang melintang di dunia keaktoran bahkan seloroh itu ringan saja meski menyinggung wilayah politik yang dianggap isu sensitif oleh kebanyakan orang.
Di sisi lain, bagaimana jika oleh kelompok teater lain yang notabene bukan seniman terkemuka? Apakah masih efektif? Atau menguap tak ada artinya? Atau jangan-jangan berimbas pada eksistensi kelompok teater mereka?
Jika iya, mungkin teater secara tidak langsung telah terstrata dan tercipta kasta.
Pertunjukan malam itu sangat bagus dan mendekati sempurna, dengan menyisakan tanda tanya.
Bagaimana caranya kelompok teater lain bisa eksis dan tangguh berproses seperti “Indonesia Kita”?
