Bagikan informasi ini

Saya sangat senang ketika ada kabar Teater Indonesia Kita yang dipelopori oleh seniman-seniman terkenal datang ke Semarang. Cukup jarang seniman senior yang memiliki nama besar di memilih Semarang sebagai tempat pentasnya. Entah ada faktor politik atau apa, yang jelas pertunjukkan dengan lakon Orang-Orang Berbahaya ini sangat menghibur penonton dan memberikan referensi yang baik untuk seniman Semarang.

Terlintas dari judulnya, pertunjukkan teater ini akan bercerita mengenai kejahatan-kejahatan para manusia yang mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan sosialnya. Dan tampak jelas ketika sudah menonton, lakon ini menceritakan rusaknya kejiwaan orang-orang dengan penggambaran rumah sakit jiwa. Keegoisan dan keserakahan manusia terus terjadi, hingga berimbas kepada lingkungan sosial di sekitar mereka.

Diperjelas lagi saat sambutan Butet Kertaredjasa mengungkapkan bahwa pertunjukkan ini merupakan bagian dari ibadah kebudayaan. Ia berharap, pertunjukan ini dapat menjadi inspirasi bersama untuk tetap meneguhkan ke-Indonesiaan kita. Menurut saya, sangat tepat mementaskan lakon seperti ini menjelang Pilpres 2024, agar masyarakat Indonesia diingatkan menjunjung tinggi karakter bangsa dan dapat memilih pemimpin dengan bijak.

Pertunjukkan ini dikemas dengan balutan komedi dan benar benar sangat menghibur. Bagaimana tidak? Candaan para aktor yang sebagian besar adalah komedian ini berhasil membuat penonton tertawa dengan gesture, ekspresi, serta materi yang dibawakan.

Kemampuan dari para aktor pun terlihat jelas dan tidak perlu diragukan lagi. Butet Kertaredjasa dengan gaya monolognya yang khas dan berkelas, Cak Lontong dengan guyonannya yang kerap bermain dengan kata-kata; membuat kita berpikir dua kali serta geleng-geleng kepala, Susilo dengan ekspresi datar dan guyonan sederhananya, masing-masing punya karakter yang kuat.

Namun, jika diteliti lebih rinci, terlihat jelas porsi kameo-kameo yang memiliki plot masing-masing, seperti penari dan juga penyanyi cukup sering muncul di panggung tanpa dialog. Menurut saya, pertunjukan akan terlihat lebih alami jika kameo memiliki porsi dialog.

Satu hal yang sangat kami garis bawahi adalah manajemen pertunjukkan yang sangat profesional. Selain pertunjukkan yang dimulai agak terlambat karena menunggu tamu kehormatan, tidak ada lagi kekurangan dari manajemen pertunjukan tersebut. Dari promosi tiket yang menarik dengan berbagai cara: jejaring yang dimiliki, detil-detil artistik panggung dan di luar panggung, hingga para tim yang rendah hati, solusional, dan professional. Hal ini menunjukkan bahwa pertunjukkan teater harus digarap dengan serius dan profesional. Selain karena tokoh-tokoh ternama, Teater Indonesia Kita berhasil memuaskan para penonton dengan manajemen pertunjukkannya yang sangat baik. Semoga saja, hal tersebut bisa menjadi sebuah motivasi, inspirasi dan contoh untuk para pelaku seni khususnya di Semarang untuk selalu berkarya dan berproses dengan baik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *