Urip!

Sastra klasik yang berupa folklor seperti legenda, mitos, epik, dan cerita rakyat dapat direkonstruksi atau didekonstruksi menjadi sebuah ide cerita dalam penulisan cerita pendek. Cerpen koran yang identik dengan isu kontemporer tentu melihat hal ini sebagai sebuah inovasi yang menarik. Salah satu cerpen hasil rekonstruksi naratif dari folklor dapat kita baca pada koran Suara Merdeka yang terbit pada Minggu, 6 April 2025. Cerpen berjudul “Ular Edor” karya Kartika Catur Pelita ini mengangkat folklor masyarakat Karimunjawa. James Danandjaya dalam bukunya yang berjudul Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain (1991) menuliskan: “Folklor adalah bentuk kebudayaan kolektif dari masyarakat yang memiliki ciri […]

TEKA TEKI  

(Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka Bulan Februari) Membaca cerpen-cerpen yang dimuat di Suara Merdeka pada Februari 2025 justru membuat pembaca teringat permainan teka-teki silang (TTS). Sebuah permainan kata berwujud kotak-kotak kosong berwarna hitam dan putih. Yang ingin bermain harus bisa mengisi kotak-kotak kosong dengan jawaban berupa huruf-huruf membentuk kata atau frasa. Jawaban bisa diisikan secara mendatar atau menurun sesuai petunjuk yang disediakan. TTS memang pernah sangat populer di Indonesia seperti yang dituliskan oleh Sharisya Kusuma Rahmanda di Tempo.co: “Di Indonesia, TTS mulai populer pada era 1970-an, dengan banyak majalah dan surat kabar yang menyediakan rubrik Teka Teki Silang. Tidak hanya […]

PERJUMPAAN DAN PERPISAHAN (Tentang Cerpen-Cerpen di Suara Merdeka pada Januari 2025)

Sastra media cetak atau sastra koran masih memberi ruang kreativitas bagi penulis sastra. Kiriman tulisan terus masuk ke email redaktur. Suara Merdeka masih menyediakan ruang itu untuk memuat tulisan cerpen, puisi, dan esai. Tulisan yang lahir dan hadir dari nama-nama baru atau lama bisa dinikmati pembaca sastra setiap Hari Minggu baik dalam wujud cetak maupun file. Nasib sastra media cetak atau sastra koran pada 2025 memang kadang mengundang rasa pesimistis. Achiar M. Permana dalam kolom Whuuuszh! Edisi 1/ Oktober 2024 menuliskan kisah kejayaan sastra media cetak atau sastra koran: “Sastra media cetak atau sastra koran, pernah mencapai “masa keemasan”, pada […]